Senin, 08 November 2010

KEPERAWATAN KOMUNITAS

POSYANDU

Definisi
Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga.

Posyandu Usila bertujuan :
  1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan untuk lansia di masyarakat.
  2. Mendekatkan pelayanan seta menumbuhkan peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan pada lansia.
Sedangkan kegiatan Posyandu Usila bisa dilaksanakan dengan lima meja sama dengan Posyandu Balita, yaitu :
  1. Meja I :Pendaftaran
  2. Meja II :pengukuran dan penimbangan berat badan
  3. Meja III : Melakukan pencatatan tentang pengukuran tinggi badan dan berat badan. Indeks massa tubuh (IMT). mengisi KMS
  4. Meja IV : Kegiatan Penyuluhan, konseling dan pelayanan pojok gizi serta pemberian PMT
  5. Meja V : Pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan, mengisi data-data hasil pemeriksaan kesehatan pada KMS.
KMS (Kartu Menuju Sehat)
Kartu Menuju Sehat Lansia adalah sebuah kartu catatan tentang perkembangan status kesehatan yang dipantau setiap kunjungan ke Posyandu Usila atau berkunjung ke Puskesmas yang meliputi pemantauan kesehatan fisik dan emosional serta deteksi dini atas penyakit atau ancaman kesehatan yang dihadapi lansia.

Isi KMS:
  1. Grafik Indeks Massa Tubuh (IMT)
  2. Pemeriksaan aktivitas sehari-hari
  3. Pemeriksaan status mental dan emosional yang dilakukan oleh dokter.
  4. Pengukuran tekanan darah.
  5. Pemeriksaa Hemoglobin.
  6. Reduksi urine untuk kadar gula pada air seni sebagi deteksi penyakit kencing manis (diabetes mellitus).
  7. Pemeriksaan protein urine guna detiksi penyakit ginjal.
  8. Catatan keluhan dan tindakan
PERMASALAHAN

Dalam pelaksanaannya masih terdapat masalah-masalah yang menghambat berkembangnya Posyandu Usila, diantaranya :
  1. Pihak Pemerintah/Institusi : Permasalahan yang ada biasanya adalah belum dijadikannya program ini sebagai program unggulan sehingga di dalam satu wilayah kecamatan hanya terbentuk 1 atau 2 Posyandu Usila ”percobaan” saja
  2. Masyarakat : Tingkat pengetahuan masyarakat yang masih kurang tentang manfaat Posyandu Usila yang dilihat dari sedikitnya kunjungan serta pemanfaatan Kegiatan Posyandu Usila ketika buka/dilaksanakan.
  3. Petugas : Belum siapnya petugas baik kader dan petugas kesehatan bagaimana bentuk pelaksanaan kegiatan Posyandu Usila dalam hal ini perlu adanya pelatihan bagi petugas kesehatan dan kader Posyandu Usila.
  4. Jarak : Jauhnya lokasi Posyandu dengan rumah Lansia akan mempersulit jangkauan dan memungkinkan kurangnya rasa aman bagi lansia ketika mencapai lokasi.
  5. Dukungan keluarga yang kurang : Keluarga merupakan motivator untuk keaktifan lansia untuk berkunjung ke Posyandu dengan cara mengantar mereka ke lokasi Posyandu Lansia.
  6. Sarana dan prasarana yang kurang : Peralatan yang minim memungkinkan kegiatan tidak bisa optimal.


REKOMENDASI

Guna kelancaran pelaksanaan Posyandu Usila serta untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas diperlukan :
  1. Dukungan Pemerintah/institusi terkait dengan menempatkan program Posyandu Usila sebagai salah satu program pendukung pembangunan kesehatan di wilayahnya.
  2. Meningkatkan promosi kesehatan tentang Posyandu Usila di masyarakat.
  3. Melatih petugas kesehatan dan kader Posyandu Usila tentang bagaimana kegiatan Posyandu Usila.
  4. Menempatlkan lokasi Posyandu Usila yang mudah dijangkau semua lansia.
  5. Melakukan advokasi kepada tokoh masyarakat guna mendapatkan dukungan untuk pembentukan Posyandu Usila.
  6. Melengkapi sarana dan prasarana standar untuk kegiatan Posyandu Usila guna mendukung pemeriksaan kesehatan seperti tercantum pada KMS Lansia/Usila.
POSYANDU BALITA
Definisi
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh, dari dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya.

Sasaran utama Posyandu:

  1. Balita dan orangtuanya
  2. Ibu hamil
  3. Ibu menyusui dan bayinya
  4. Perempuan usia subur
Pelaksana Posyandu:
  1. Pelaksana Posyandu adalah kader.
  2. Kader Posyandu adalah siapa saja dari anggota masyarakat yang:
    1. Mau bekerja secara sukarela dan ikhlas
    2. Mau dan sanggup melaksanakan kegiatan Posyandu
    3. Mau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan Posyandu.
Posyandu harus mencakup 5 pokok kegiatan:
  1. Meja 1 Pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui
  2. Meja 2 Penimbangan balita
  3. Meja 3 Pencatatan hasil penimbangan
  4. Meja 4 Penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui
  5. Meja 5 Pelayanan kesehatan, KB, imunisasi dan pojok orali.


KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI
Definisi
ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.

Tujuan

  1. Umum
    1. Untuk mengetahui konsep dasar timbulnya penyakit di dalam lingkungan masyarakat.
  1. Khusus
  1. Untuk mengetahui perkembangan teori terjadi penyakit

  2. Untuk mengetahui konsep penyebab dan proses awal terjadinya.

  3. Untuk mengetahui riwayat alamiah suatu penyakit

  4. Untuk mengetahui pola penyebaran penyakit

  5. Untuk mengetahui penyebab majemuk

  6. Untuk mengetahui manfaat riwayat alamiah riwayat

Manfaat
  1. Manfaat Ilmiah
    1. Merupakan manfaat bagi ilmu kesehatan sebagai data dasar konsep timbul penyakit
  2. Manfaat Praktis

    1. Dapat digunakan sebagai panduan di dalam konsep timbul awal mulanya penyakit


Minggu, 07 November 2010

RISET KEPERAWATAN

EPIDEMIOLOGI
Pengertian Pokok yang dipelajari Epidemiologi:
  1. Frekuensi masalah Kesehatan-> banyaknya masalah kesehatan( kesakitan, kecelakaan dll) pada sekelompok manusia.
  2. Penyebaran masalah kesehatan.pengelompokkan masalah kesehatn menurut keadaan tertentu,
  3. Person(manusia) ; Place(tempat) dan Time(waktu).
  4. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi : Faktor penyebab suatu maslah kesehatan, baik yang menerangkan frekuensi, penyebarannya maupun penyebab timbulnya masalah kesehatan.
Ruang lingkup epidemiologi
  1. Subjek dan objek epidemiologi : masalah kesehatan ( p.menular,p.tdk menular, kecelakaan, bencana alam dsb).
  2. Masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia.(beda dengan ilmu kedokteran klinik?).
  3. Dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan dimanfaatkan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan tesebut ->Metode Lit epid-> penyebab msl dan timbulnya masalah kesehatan.
RUANG LINGKUP
  1. Yang menjadi perhatian semula terbatas pada penyakit infeksi.
  2. Berkembang ke penyakit tidak menular ® penyakit vaskuler, arthritis & maligna neoplasma.
  3. Beberapa abad yang lalu terjadi wabah di sebabkan oleh non infeksi.
  4. Sekarang ® studi epidemiologi diterapkan untuk semua penyakit.
Pendekatan EPIDEMIOLOGI
  1. EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF mempelajari frekuensi, distribusi & perkembangan masalah kesehatan pada populasi
  2. EPIDEMIOLOGI ANALITIK mempelajari faktor-faktor yg menentukan distribusi hubungan sebab akibat masalah kesehatan pd pop
  3. STUDI INTERFENSI / EXPERIMENTAL

HIPOTESA
Langkah langkah menguji hipotesa
  1. RUMUSKAN Ho YG SESUAI
  2. RUMUSKAN HIPOTESIS TANDINGANNYA (H1) YG SESUAI
  3. PILIH TARAF NYATA PENGUJIAN SEBESAR α
  4. PILIH UJI STATISTIK YG SESUAI DAN TENTUKAN DAERAH KRITISNYA
  5. HITUNG NILAI STATISTIK DR CONTOH ACAK BERUKURAN n
  6. BUAT KEPUTUSAN: TOLAK Ho JIKA STATISTIK MEMPUNYAI NILAI DALAM DAERAH KRITIS, SELAIN ITU TERIMA Ho
VARIABEL PENELITIAN
KRITERIA PENELITIAN YANG BAIK
Ciri-ciri karya tulis ilmiah yang baik adalah:
  1. Bersifat kritis dan analitis
  2. Memuat konsep dan teori
  3. Menggunakan istilah dengan tepat dan definisi yang uniform.
  4. Rasional
  5. Obyektif
Penelitian yang baik disamping memiliki cirri-ciri di atas, juga memiliki cirri-ciri:
  1. Tujuan dan masalah penelitian harus digambarkan secara jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan kepada pembaca.
  2. Teknik dan prosedur dalam penelitian itu harus dijalaskan secara rinci.
  3. Obyektifitas penelitian harus tetap dijaga dengan menunjukkan bukti-bukti mengenai sample yang diambil.
  4. Kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan penelitian harus diinformasikan secara jujur dan menjelaskan dampak dari kekurangan tersebut.
  5. Validitas dan kehandalan data harus diperiksa dengan cermat.
  6. Kesimpulan yang diambil harus didasarkan pada hal-hal yang terkait dengan data penelitian.